Berjalan dengan lancar. Begitulah kalimat yang kiranya pantas untuk
menggambarkan pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhmmad SAW di PAUD Wali Songo
pada hari Senin tanggal 18 Desember 2017.
Acara yang dimulai pukul sebilan pagi
dihadiri oleh Bunda Desa Bunpenang, Ibu Sekdes Bunpenag, Penilik PAUD
Kecamatan Dungkek, jajaran kepengurusan PAUD Wali Songo, dan anak didik
beserta ibunya. Pembawa acara dan pengisi acara (pembacaan ayat suci Al-Qur’an
dan Nawalawat) di isi oleh bunda-bunda PAUD Wali Songo.
Cerama agama yang disampaikan oleh Ummi
Karmila, S.Pd.I selaku pengasuh Pondok Pesantren Al-Kiram Desa Candi Kecamatan
Dungkek. Dalam ceramahnya berpesan agar selaku orang tua terutama ibu agar
berhati-hati dalam mengucapkan sesuatu kepada anak, ucapan orang tua adalah doa
sehingga dihimbau untuk berkata yang baik pada anaknya. Selain dari itu
berpesan kepada Bunda untuk mengajarkan shalat kepada anak didiknya.
Pada acara sambutan, Bunda Desa Bunpenang
mengucapkan terima kasih atas berdirinya PAUD Wali Songo yang telah bekerja
sama dengan Pemerintah Desa dan berpesan untuk masyarakat yang mempunyai anak
usia PAUD agar tidak bersekolah ke luar desa. Hal senada juga disampaikan oleh
Penilik PAUD Kecamatan Dungkek Bapak Mursalin,S.Pd dalam sambutannya. Selain
dari itu Bapak Muralin, S.Pd menekankan bahwa majunya lembaga dalam hal ini
PAUD Wali Songo ada di tangan ibu-ibu Desa Bunpenang. Dalam artian harus
menanamkan rasa memiliki terhadap lembaga sehingga timbul keinginan untuk
memajukan lembaga.
Selesai acara sekitar pukul sebelas Bapak
Benny Candra Adinata, S.Pd selaku kepala sekolah mengungkapkan pada tim Kabar
Berita tentang rasa bangga terhadap kerja sama yang ditunjukkan oleh wali murid
besarta bunda sehingga acara berjalan lancar. “Dengan lancarnya acara ini
menunjukkan bahwa perjuangan kita tidak sendiri, masih banyak orang yang
perduli terhadap keberadaan lembaga. Yang patut digembirakan lagi adalah pada
hari ini untuk pertama kalinya anak didik memakai seragam muslim, tentunya ini
lagi-lagi berkat dukungan Sekdes Bunpenang yang telah berusaha menyelesaikan
baju muslim
sehingga dapat di pakai pada
acara maulid.” Sambunganya.